Iklan

PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik

Tuesday, 9 October 2012

Contoh Kasus Manajemen Pemasaran: Perusahaan menghadapi lingkungan eksternalnya



photo by: majalah franchise
Untuk merespon perubahan lingkungan eksternalnya, KFC menyadari bahwa tren jalur musik adalah salah satu cara efektif dalam memasarkan suatu produk yang ditujukan pada para remaja atau anak muda yang relatif konsumtif. Tren merupakan salah satu lingkungan makro yang berarti peristiwa-peristiwa khusus yang memiliki beberapa momentum dan mampu bertahan lama. Tren lebih dapat diramalkan dan mengungkap bentuk masa depan yang memberikan banyak peluang. Oleh sebab itu KFC melirik tren dunia musik Indonesia sebagai salah satu sarana promosi franchise KFC.

KFC membuat satu komunitas musik untuk anak anak muda yang dinamai Music Hitters, di mana para membernya adalah para pembeli CD yang di dalamnya terdapat scratch card untuk bisa log in ke website www.kfcmusichitlist.com. Setiap minggu, member akan mendapatkan SMS yang dapat ditukarkan di gerai KFC untuk mendapatkan produk KFC Goceng.

KFC cukup jeli dalam memahami perilaku target pasarnya, yang sebagian besar adalah anak muda. Anak muda sekitar usia SMU biasanya sedang senang-senangnya bermusik ataupun menikmati musik. Target pasar inilah yang berusaha dirangkul oleh KFC dengan melakukan strategi pemasaran melalui musik. KFC membentuk KFC Music Factory dimana KFC mengorbitkan artis atau band indie yang potensial untuk berbicara di kancah musik Indonesia.

Strategi yang digunakan KFC dalam memasarkan artis-artis mereka adalah dengan memasangkan lagu dan video klip musik-musik tersebut di gerai KFC. Sehingga, selama konsumen makan di gerai KFC, maka mereka akan dihibur oleh musik tersebut. Jika seandainya mereka menyukainya, maka mereka bisa langsung memesan album tersebut di kasir. Bahkan, ketika konsumen tiba di kasir, mereka juga sudah ditawari untuk membeli album KFC tersebut.

Strategi ini sangat tepat bagi KFC yang menyasar anak muda, karena mereka cenderung lebih terbuka terhadap perkembangan musik terkini di tanah air. Selalu update terhadap musik-musik terbaru menjadi suatu keharusan dalam pergaulan mereka. Strategi ini tentunya memperkuat brand KFC, karena ketika mendengarkan musik dari artis-artis tersebut, maka mereka langsung akan teringat pada KFC. Begitu pula dalam event-event dimanapun, band-band jebolan KFC juga harus membawakan pesan sponsor.

Inilah salah satu bentuk bagaimana suatu kesenganan anak muda ini menjadi incaran bagi para pemasar untuk melariskan produknya, sebagai bentuk media persuasif yang membujuk pelanggan untuk tetap menikmati produknya dan membujuk calon konsumen untuk datang dan mencoba. Tetapi sayang... jika pemuda muslim sampai meminati hal itu.... bukankah mereka sudah tahu bahwa.....itu mendekatkanya pada kesesatan????

Di antara masalah yang (merupakan bencana yang merata) adalah bencana musik dan lagu-laguan. Alloh ta’ala berfirman:


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan lahwal hadits (Hal-hal dan perkataan yang tak berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Alloh.”  
(QS. Luqman : 6)

Memang kenyataannya demikian, musik dan lagu-laguan yang notabene merupakan lahwal hadits telah menghambat manusia dari memahami Al-Qur’an bahkan dari membacanya. Telinga yang semestinya penuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an sekarang telah tersumbat dengan lagu-laguan, mulut yang semestinya basah dengan bacaan Al-Qur’an sekarang basah dengan lagu-laguan.

Alloh ta’ala  berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“Dan orang-orang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan akan Al-Qur’an ini dengan sungguh-sungguh dan (buat) hiruk pikuklah terhadapnya supaya kamu bisa mengalahkan (mereka) 
(QS. Fushshilat: 26)

Maha benar Alloh, mereka telah membikin hiruk pikuk dengan siaran TV, Radio, Kaset, dll, yang kebanyakan melalaikan dari Al Qur’an.
Alloh ta’ala berfirman:
أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ (٥٩) وَتَضْحَكُونَ وَلا تَبْكُونَ (٦٠) وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ (٦١)

Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini ? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan (nya)”. 
 (QS. An Najm 59-61)

Saamidun berasal dari kata  AS-Samadu, Ibnu ‘Abbas berkata As-Samadu dalam bahasa Himyar adalah  Al-Ghinaa (lagu-laguan).
Jadi arti Saamidun: kalian bernyanyi. Dalam ayat itu Alloh mengingkari perbuatan orang kafir
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَيَكُوْ نَنَّ فِىْ أُمَّتِىْ اَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ  الْحِرَّ وَ الْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ  (رواه البخارى)

“Sungguh akan ada pada umatku kaum-kaum  yang menganggap halal (menghalalkan)  zina, memakai sutra (laki-laki maksudnya), khomr (minuman keras) dan alat musik”.  
(HR. Bukhari)

Kabar rasul ini telah terjadi, seperti yang kita alami.
Alloh ta’ala telah memberi tanda ‘Ibaadurrahman (hamba-hamba Alloh Yang Maha Penyayang)  Dalam firmanya:
وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (٧٢)
“Dan (mereka itu) orang-orang yang tidak menyaksikan Azzur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah mereka berlalu saja dengan menjaga kehormatan”.
(QS. Al-Furqan: 72)

Muhammad Ibnu Al Hanafiyyah rahimahulloh berkata Azzur : adalah (lagu-laguan) dalam ayat ini.

Ibnu Masud radliyallahu ‘anhu berkata : Al-Ghinaa itu menumbuhkan kenifaqan di dalam hati sebagai mana air mensuburkan tanaman.

Yazid Ibnu Alwalid berkata: Hati-hatilah kalian terhadap musik karena hal itu mengurangi sifat malu, menambah nafsu birahi (syahwat), menghancurkan muru‘ah (harga  diri dan sifat-sifat mulia). Dia itu pendamping khamr, dan bereaksi seperti reaksinya sesuatu yang memabukan.
Dan dikatakan: bahwa Al-Ghinaa itu pembimbing segala kema’shiyatan.
Imam keempat madzab rahimahumullah mengatakan pelarangan Al-Ghinaa :
  • Imam Abu Hanifah berkata; “Bersengaja mendengarkan  (musik dan lagu-laguan) adalah kefasikan.
  • Imam Malik berkata ketika ditanya tentang Al-Ghinaa itu hanya dilakukan oleh orang-orang fasiq.
  • Imam  Asy Syafiy berkata , Al-Ghinaa “Adalah  لـهو(permainan) yang dibenci sekali, dan persis (sama) dengan kebathilan. Dan barang siapa yang banyak melakukannya maka dia itu سفيه  (orang lemah akalnya) yang ditolak kesaksiannya.
  • Imam Ahmad Ibnu Hambal  berkata, Al-Ghinaa itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak tertarik sama sekali.
Alloh  Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ

 “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan suara kamu”. 
(Al Isra: 64)

Imam Mujahid berkata: Suara syaitan adalah Al-Ghinaa


Diujung tulisan ini saya tuturkan perkataan Syaikh Azzahrany:

حُبُّ الْكِتَابِ وَحُبُّ ألْحَانِ الْغِنَا – فىِ قَلْبِ عَبْدٍ لَيْسَ يَجْتَمِعَانِ

Cinta Al-Kitab (Al-Qur’an) dan cinta lantunan musik
Di hati seorang hamba tidak mungkin keduanya berkumpul.
(Diambil dari kitab Wiqayatul Insan dan yang lainnya)
Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

No comments:

Post a Comment

Popular Posts