Iklan

PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik PasangIklanoketrik

Thursday, 12 July 2012

Contoh Pengerjaan BCG Matriks

Contoh Iklan Axis

Berikut ini saya sajikan contoh pengerjaan BCG matriks pada Perusahaan Penyedia Jasa Layanan Telekomunikasi Axis. Kita telah banyak mengenalnya di berbagai iklan, bahwa Axis merupakan Penyedia Jasa layanan telekomunikasi Handphone serta Broadband yang kreatif dalam mengembangkan konsep iklan yang menarik pelanggan. Ini merupakan salah satu langkah dari Axis untuk ikut serta dalam kancah pertandingan Penyedia Jasa Layanan Telekomunikasi. Saya kira setiap orang sepakat, bahwa orang yang mempunyai no. Axis masih dianggap oleh kebanyakan orang sebagai no. yang labil. Karena kecenderungan orang untuk menggunakanya sebagai no. kedua dari no. pertamanya. 
Nah bagaimana kita dapat menilai strategi yang dilakukan oleh Axis dalam menghadapi kancah pertarungan dalam menarik pelanggan. Kini banyak kesan yang ditimbulkan dari penyedia jasa layanan telekomunikasi bahwa kita sering kemakan oleh iklan yang menjanjikan omongan besar terhadap Produknya. Saya kira Axis termasuk perusahaan yang konsisten dalam menjaga mutu. Blog yang saya kelola ini dalam operasionalnya menggunakan Axis yang kian stabil dengan kecepatanya baik di Kota Besar (Surabaya) maupun di Kota Kecil (Tulungagung). Ketika saya menggunakan paketnya yang dahsyat dengan pro-unlimited bulanan, awalnya saya ragu, karen speed pada Axis harian masih kurang mumpuni untuk digunakan sebagai broadband pilihan. Eh ternyata pada Axis Pro-Unlimited Bulanan speednya lumayan, dan bahkan upload foto ukuran besar kian terasa ringan. Hal ini semakin membantu tata kelola blog ini.
AXIS meluncurkan layanannya pada April 2008 dan kini tersedia di lebih dari 400 kota di seluruh pulau-pulau besar Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok. Berkantor pusat di Jakarta, AXIS merupakan operator seluler 2G dan 3G dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, melayani lebih dari 15 juta pelanggan telepon seluler, didukung oleh lebih dari 800 pegawai yang berdedikasi.
Nah untuk mengetahui perkembangan yang dilakukan oleh Axis, mari kita lakukan penelusuran melalui BCG Matriks yang menyediakan pelayanan untuk mencari Strategi Utama Suatu Perusahaan.

Cara Menentukan Startegi Utama

Menurut Fred R. David, cara menentukan strategi utama adalah dengan melakukan tiga tahapan kerangka kerja denga matriks sebagai model analisisnya. Perangkat atau alat yang berbentuk matriks-matriks itu telah sesuai dengan segala ukuran dan tipe organisasi perusahaan, sehingga alat tersebut dapat dipakai unutk membantu para ahli strategi dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memilih startegi-strategi yang paling tepat.
  • Tahap 1 dari kerangka kerja perumusan strategi kerja perumusan startegi ini trdiri dari tiga macam matriks, yaitu 
  1. EFE Matrix
  2. IFE Matrix
  3. dan CP Matrix. Ketiga matrix ini disebut juga sebagai Input stage, karena ia bertugas menyimpulkan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi-strategi.
  • Tahap 2 disebut sebagai matching stage, berfokus pada pembangkitan startegi-startegi alternatif yang dapat dilaksanakan melalui penggabungan factor eksternal dan internal yang utama. Teknik-teknik apada tahap 2 ini mencakup
  1. TOWS/SWOT Matrix
  2. SPACE Matrix,  
  3. BCG Matrix,
  4.  IE Matrix
  5. dan Grand Strategy matrix.
  • Tahap 3 disebut sebagai Decision Stage, hanya terdiri dari suatu teknik yaitu Quantitative Startegic Planning Matrix. QSPM ini menggunakan input informasi dari tahap 1 untuk mengevaluasikan secara objektif strategi-strategi alternatif hasil dari tahap 2 yang dapat diimplementasikan, sehingga ia memberikan sutu basis objektif bagi pemilihan strategi-strategi yang paling tepat.
Bersama dengan SPACE Matrix, BCG Matrix  merupakan tools manajemen untuk menentukan Strategi utama pada Matching Stage (tahap 2). Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang berbasis di Boston, ini merupakan pertumbuhan pangsa pasar yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka. Metode analisis Boston Consulting Group (BCG) merupakan metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002).
Matriks BCG memungkinkan organisasi multidivisi untuk mengelola portofolio bisnisnya dengan mempertimbangkan posisi pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan industri dari masing-masing divisi relatif terhadap divisi lain dalam organisasi. Posisi pangsa pasar relatif (relative market share) didefinisikan sebagai rasio dari pangsa pasar satu divisi tertentu terhadap pangsa pasar yang dimiliki oleh pesaing terbesar dalam industri tersebut. Pangsa pasar relatif dapat ditentukan menggunakan rumus berikut: Semakin tinggi nilai pangsa pasar suatu perusahaan, semakin besar proporsi pasar yang dikendalikannya. 

Posisi pangsa pasar relatif diberikan pada sumbu x dari matriks BCG. Titik tengah dari sumbu x biasanya dibuat 0,50 atau sama dengan divisi yang memiliki separuh pangsa pasar dari perusahaan pemimpin dalam industri.Sumbu y menggambarkan tingkat pertumbuhan industri dalam penjualan yang diukur dalam bentuk persentase. 


Persentase tingkat pertumbuhan pada sumbu y dapat berkisar antara -20 hingga +20 %, dengan 0,0 sebagai titik tengah. Angka kisaran ini pada sumbu x dan y seringkali digunakan, tetapi angka lainnya dapat dibuat bila dianggap sesuai untuk organisasi tertentu. Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan industri (market growth rate) dapat digunakan rumus berikut: Industri dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi menunjukkan ketersediaan pangsa pasar yang meluas, dan terdapat banyak peluang untuk mereguk keuntungan. 




Theindonesiatoday.com – PT Telkomsel, pemain selular terbesar menyebutkan bahwa mempunyai market share 43% Indonesia dari  104 million pada  September 30, 2011.
  • Indosat with 19% market share (51.5 million customers), 
  • XL Axiata with 16% (43.4 million), 
  • Hutchison 7% (19.44 million customers), 
  • Axis 6% (15.25 million), 
  • and Bakrie Telecom 6% (15.12 million).

Nah informasi ini dapat kita gunakan untuk mengisi sumbu x yang di dalamnya terdapat relative market share. Begini, Market share relative itu maksudnya market share tertentu dari Axis, misal Axis yang ada di Indonesia, maka market share yang dihitung adalah market share nya dengan Produk lain di Indonesia. Dalam data terebut, pada tanggal 30 September 2011 market sharenya mencapai 6%. Hal ini dapat dikategorikan kenaikan market share dari  0.06 anda bisa meletakkanya pada sisi low.

Berikutnya untuk sumbu y, kita mengukur pertumbuhan Pasarnya dari Axis. Bagaimana mengukurnya? Kalau Perusahaannya itu Go Public.. anda bisa menghitung Kapitalisasi Pasarnya.. dengan melakukan penghitungan kapitalisasi pasar (harga per lembar saham * jumlah saham beredar) dari tahun- ke tahun. Sedangkan Pada perusahaan yang belum go pubilc.. maka anda dapat melihat data penjualanya dari tahun ke tahun. Dengan demikian anda dapa menghitung Prosentasi kenaikanya. Atau kalian dapat menggunakan Regressi untuk mengetahui validitas pertumbuhan pasar dari Axis dengan menggunakan data penjualanya.

Berhubung saya sulit untuk mendapatkan prosentasi kenaikan Penjualan, maka saya akan melihatnya dari komitmen Perusahaan Axis mengembangkan penyediaan layanan.

Operator seluler Axis menawarkan tarif roaming layanan BlackBerry unlimited di Arab Saudi yang sama dengan tarif lokal layanan BlackBerry di negara tersebut. Paling tidak, selama pelanggan Axis dapat menikmati layanan Blackberry unlimited dengan harga Rp 69.500 selama 7 hari. 


Dengan merambah pada area BlackBerry dan meningkatkan pelayanannya pada akses internet, saya memberikan nilai pada Axis yaitu 12% Pertumbuhan Pasar. 12% pada data saya ini kurang valid.. itu hanya estimasi yang saya perkirakan atas pertumbuhan pasarnya dari tahun ke tahun. Kalau anda bisa menemukan datanya yang lebih valid.. anda bisa mengganti hasil nya.. pada sumbu y.

Oiya,, yang perlu kalian ingat, BCG itu adalah Tools Management yang hasilnya tergantung dari penggunannya. Tidak mesti sama sama lain, tentang nilainya yang keluar. Tetapi kebanyakan pengguna yang akurat penghitunganya maka akan menunjukkan range yang sama pada hasilnya.
Dengan demikian BCG Matriks dari Axis adalah:

Sumbu x: 0.06 dari 1.00
Sumbu y: 12% dari 20%

Dengan demikian dapat disajikan pada gambar BCG Matriks Axis adalah

Axis berada pada Tanda Tanya
Tanda tanya (asking), unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk menentukan apakah akan tetap mempertahankan usaha ini.

Matriks BCG adalah perangkat strategi untuk memberi pedoman pada keputusan alokasi sumber daya berdasarkan pangsa pasar dan pertumbuhan UBS.Matriks BCG merupakan empat kelompok bisnis, yaitu :
  1. Tanda tanya (Question Mark) Divisi dalam kuadran I memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda tanya karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau pengembangan produk) atau menjualnya.
  2. Bintang (Star) Bisnis di kuadran II (disebut juga Bintang) mewakili peluang jangka panjang terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke depan, ke belakang, dan orizontal, enetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan joint venture erupakan strategi yang sesuai untuk dipertimbangkan divisi ini.
  3. Sapi perah (Cash Cow) Divisi yang berposisi di kuadran III memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan posisi kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi konsentrik dapat menjadi strategi yang menarik untuk sapi perah yang kuat. Tetapi, ketika divisi sapi perah menjadi lemah, retrenchment atau divestasi lebih sesuai untuk diterapkan.
  4. Anjing (Dog) Divisi kuadran IV dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi strategi yang terbaik yang dapat dijalankan karena banyak anjing yang mencuat kembali, setelah pemangkasan biaya dan aset besar-besaran, menjadi bisnis yang mampu bertahan dan menguntungkan.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts